Rabu, 14 Maret 2012

Pribadi yang Tenang

  SIKAP resah, gelisah, panik merupakan tanda ketidak-tenangan seseorang dalam bersikap dan berperilaku. Sikap tersebut dapat mendatangkan situasi disekitarnya tidak bersahabat. Bahkan akan memupuk sikap ceroboh, emosional, dan membuat orang lain terdzolimi. Padahal prestasi, kesuksesan dapat diraih oleh seseorang yang hatinya senantiasa berada dalam keadaan tenang.
Seseorang yang memiliki pribadi yang tenang dapat dilihat dari kemampuannya berpikir yang jernih, kemampuan menghimpun informasi secara akurat, dan kemampuan dalam bertindak yang selalu tepat, efektif, dan efisien. Semua itu akan diperoleh dari keyakinan yang tinggi pada Allah SWT. Sementara keyakinan dapat diperoleh dari ilmu pengetahuan dan pemahaman. Hal yang ironis jika seseorang bisa breprestasi tanpa ilmu, pengalaman dan pendekatan pada Allah. Karena, dengan ilmu seseorang dapat merangkum berbagai informasi, melalui pengalaman seseorang mampu meraih sejuta wawasan begitu juga dengan pendekatan melalui zikir dan do’a menyebabkan seseorang bertambah keyakinan pada sang Khalik.
Keyakinan dapat muncul dari latihan yang intens. Orang yang terbiasa hidup sederhana, misalnya. Sedari kecil dididik untuk hidup sederhana dan setelah dewasa, di kala jabatan ada digenggaman maka tak membuatnya silau, karena baju kejuhudan senantiasa melekat dalam dirinya. Itu salahsatu bukti akan terinternalisasinya ilmu dan kedekatan diri pada Allah SWT serta menjadikan Allah yang paling utama.
Untuk itu saudaraku, marilah kita pupuk diri kita menjadi pribadi yang tenang namun tetap terkendali. Karena harus kita yakini bahwa sikap tenang akan melahirkan pribadi yang bijak dan berwibawa sehingga disukai oleh orang-orang yang berada didekatnya. Di kala hati gelisah cukuplah Allah menjadi tempat pemberi ketenangan. Semoga Allah SWT yang menggenggam setiap hati hamba-hamba-Nya senantiasa melimpahkan ketenangan kepada kita. Amiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar